Tuesday, June 23, 2009


RAPOT BARU-ku

Tuhan, terima kasih, hari ini aku sudah bisa lebih dewasa dalam menyikapi satu hal.

I'm hurted by what my boyfriend did to me..
but guess what? tidak ada lagi emosi meluap-luap ataupun tindakan terburu-buru yang aku lakukan saat mengetahuinya.

Aku berusaha untuk tetap tenang dan mengembalikan semuanya kepada-Mu. Aku sangat meyakini segala sesuatu terjadi untuk satu alasan, untuk sebuah petunjuk dan bisa jadi sebuah pelajaran.
Aku yakin Tuhan ga akan pernah salah memilihkan seseorang untukku..

entah apa itu, tapi pasti ada rahasia indah-Mu untukku saat Kau membawa dia kedalam hari-hariku.

Hopefully, there will be trust and respect in our relationship. Coz I just try to be commited to what i've choose and hopes that there will be real love there.
Let God do the Rest
Nice tO find U agaIn

waaaaa...so long time ga nulis di blog ini, about 1 and a half year, GUSH !! where have I been all along??..
if only my boyfriend don't reminds me about this blog, kayanya ini blog bakalan kelaut ajah,hehee..

Duluuu, cuma segelintir orang aja yg tau address ini, ada Ms.Re, the writer dan beberapa sahabat, maklumlah, blog nya lbh banyak buat konsumsi pribadi sih, saat2 gw masih diam2 sangat mencintai n mengagumi seorang teman baik. Seseorang yang khusus dikirim Tuhan biar gw belajar banyak hal tentang arti tulus, memberi dan berdamai dengan diri sendiri.

Now, it's all passed by..
I've closed my chapter with him, yet still remains good friends,
masih suka ledek-ledekkan, masih suka traktir2an makan..but that just all, ga ada lg curhatan2 ga penting, ga ada lg spontaneous dinner ajakannya, dan yg pasti ga ada lg harapan2 semu buat dia.
we trully friends..and i'm a much happier person now

Nice to find you again my dear blog..

Tuesday, December 11, 2007

Hadiah Puzzle yang indah

Ini bukan tulisan tentang cerianya seorang anak TK menerima hadiah puzzle di hari ulang tahunnya.

Melainkan ini adalah cerita tentang satu kasih yang tulus yang telah mengubah dan membawa energi positif dalam kehidupan, sebuah cinta yang lembut bagai tiupan Angin namun begitu indah & bermakna.
Suatu rasa cinta yang menuntun kepada banyak tulisan puisi ( dan blog ) tentangnya, suatu rasa yang banyak diwakilkan oleh lantunan lagu-lagu dan bahkan cukup buat di-compiled hingga jadi original soundtrack.

Perkenalan, perjumpaan demi perjumpaan dan jalinan pertemanan yang manis itu telah banyak memberikan pencerahan dengan cara yang sulit untuk dijelaskan.
Keinginan untuk bersamanya begitu besar sampai akhirnya tersadar bahwa Ia memang mungkin tidak pernah menginginkan cinta yang ditawarkan itu hadir dalam hari-harinya.

Jatuh sakit karna cinta pun sempat menjadi kekonyolan teraneh yang dialami hanya dikarenakan dorongan untuk ikhlas ( untuk tidak mengharapkannya lagi ) datang menghampiri..yess, brokenheart by choice.

Bener apa yang dibilang Andrea Hirata dalam buku legendarisnya ‘Laskar Pelangi’, bahwa cinta memang aneh, dimana seorang tampan kaya raya bisa ditolak oleh seorang gadis penjaga pintu tol dan seorang wanita Public Relations yang luas pergaulannya bisa tergila-gila pada seorang laki-laki penyendiri yang eksentrik. ( wo..ow..ow..kena bangeut! )

Satu tingkat keimanan harus dinaiki, yaitu belajar untuk ikhlas dan menerima dengan lapang dada bahwa tidak semua hal yang kita inginkan bisa kita miliki..( dan sungguh ujian keikhlasan ini berat, melepas rasa & asa itu ternyata berat temanku ), tapi setidaknya kita bahagia karena menjadi seseorang yang berani berterus terang dengan perasaannya dan disaat yang sama berbesar hati dengan apapun yang akan terjadi selanjutnya.

Mengenal sosoknya ( lebih banyak secara emosional ) membuatku belajar tentang banyak hal baru,
Melihat kesederhanaan yang ditampilkannya membuatku kagum akan kerendahan hatinya,
Dan,
Menahan kerinduan kepada sosoknya membuatku melewatkan banyak waktu untuk membaca bertumpuk-tumpuk buku agar bisa mengalihkan pikiran tentangnya.

Ya, cara Allah menuntun hamba-Nya untuk belajar dan memahami ayat-ayat-Nya bisa dengan banyak cara yang tidak terduga.
Sosok itu serta segala rasa & asa tentangnya adalah sebuah hadiah puzzle indah yang Tuhan kirimkan. Untuk kupelajari, kubongkar pasang, sampai akhirnya aku mampu untuk menyusunnya dengan benar piece by piece dan melihat keindahan puzzle itu seutuhnya.

… Akhirnya, ku kembalikan lagi rasa yang indah ini kepada yang menghadiahinya…terima kasih ya Allah untuk semua tuntunan-Mu.


Wednesday, October 31, 2007

MEMBUANG MIMPI

Kehilangan orang-orang yang dicintai dalam hidup bisa jadi satu hal yang bakal membuat kita bersedih. Tapi, ada lagi yang lebih bikin kita sedih.

Ketika kenyataan tak sesuai dengan harapan,
Ketika waktu enggan lagi menunggu, dan
Ketika do'a yang dipanjatkan berubah menjadi kepasrahan
Itulah saatnya merubah keinginan hati menjadi sekedar ilusi

Saat senyum dan tawa masih bisa tersungging dari hati yang berduka ataupun kecewa
Saat keikhlasan tidak hanya sekedar menjadi penghias ucapan
Ternyata,..semuanya terasa indah
Ternyata,..semuanya terasa ringan
uhhmm.. Ikhlas itu nikmat

Mungkin, itulah rahasia terbesar kenapa Allah Swt menempatkan ikhlas sebagai wujud keimanan yang tinggi
Ikhlas menuntun kita untuk tegar menghadapi banyak hal
Ikhlas menuntun kita untuk tidak hanya memikirkan diri kita sendiri
dan ikhlas menguatkan kita untuk membuang mimpi dan membiarkannya menjadi rahasia Tuhan yang harus dimengerti

We'll never know the way God thinking

Friday, October 19, 2007

THE MISSING GENEALOGY

Terkadang, untuk sebagian orang arti silsilah keluarga itu teramat sangat penting, apalagi dalam budaya Jawa dikenal dgn bibit,bebet dan bobot yg musti dijadiin bahan pertimbangan kaum Javanese untuk menentukan pasangan hidup misalnya. Weekend yang baru lalu, saya,kakak,dan beberapa sodara lainnya jalan-jalan ke Cirebon. Ditengah perjalanan,tidak jauh dari Cadas Pangeran, kami melewati patung Pangeran Kornel yang menyalami Gubernur Jenderal Willem Daendels dengan tangan kirinya. Patung tersebut hingga kini menjadi semacam reminder bangsa Indonesia, khususnya Jawa Barat, yang sudah sejak lama menentang penjajahan.

Melewati kota Sumedang,melihat patung Pangeran Kornel, mengingatkan saya lagi dengan cerita nenek tentang silsilah keluarga besarnya. Bagi saya sendiri terkadang timbul satu kerinduan untuk tahu siapa dan seperti apa wajah pendahulu saya tersebut.

Mungkin emang bener yang banyak temen saya bilang, bahwa love story saya mirip sama cerita dalam chicklit, kalo dipikir-pikir ya iya juga sih ada benernya, dan kalo dilihat dari sejarahnya kayanya emang udah ada ceritanya dalam keluarga besar saya untuk punya love story seperti layaknya dalam chicklit, tapi bukan love story ajah yang pengen saya tulis disini, most of all is about Life itself.

Dulu,
Nenek tercinta ( dari pihak Ayah ), terpaksa harus kehilangan kakek saat my beloved father masih dalam kandungan, karena katanya saat itu kakek diharuskan ikut berjuang waktu zaman penjajahan Jepang ( 1942-1945 ). But, Grandpa was never returned home. Sosok ayah yang Bapak kenal dan sosok abah/kakek yang kami kenal selama ini ternyata adalah step grandpa, yang dengan tulus banget menyayangi kita semua seperti anak-cucu kandungnya sendiri.

And so, we've never known our biological grandfather.

From my mother side, it was even more a touchy story

Nenek & mamah pernah cerita, bahwa leluhur kami berasal dari Sumedang. Orang-tua, nenek sampe buyut memang orang asli Bandung dan tinggal di kota ini seumur hidup mereka. Tapi ada cerita menarik and menyentuh juga dibalik cerita leluhur tersebut.

Nenek dari mamah, atau selalu kita sapa dengan Ibu, adalah sosok yang kalem & sangat sabar dengan kita cucu-cucunya, ga pernah marah atau bahkan membentak meskipun kita semasa kecil dulu pada nakal banget. Nenek sangat strict dalam mengajarkan agama dan manner kepada saya, cucu perempuan kesayangannya,hehe.. ( kebetulan dlm keluarga besar saat itu cuma ada 2 cucu perempuan ). Nenek selalu mengajarkan kita berbahasa sunda yang halus, sampai-sampai saya pernah diketawain orang karena saya tidak mengerti betul bahasa sunda kasar yang mereka gunakan.

Satu hari nenek bercerita bahwa kakeknya dari pihak ayah ( my great-great grandfather ) adalah seorang Bupati di Sumedang. Menurut nenek, saat muda dulu ayahnya nenek atau kakek buyut saya ( Abah Mihardja/Adja ) jatuh cinta dengan nenek buyut, yang bisa dibilang salah satu wanita paling cantik di daerah kami saat itu ( Bandung Timur ). Karena kecintaannya yang dalam kepada nenek buyut ( Ma Nini ), Abah Adja rela meninggalkan lingkungan keraton demi untuk menikah dengan Ma nini yang cuma rakyat biasa. Setelah pernikahannya, Abah Adja dan Ma Nini tinggal dan beranak pinak di daerah yang kami tinggali hingga saat ini. Sayangnya, entah karena rasa kecewa,sakit hati atau apapun alasannya, kakek buyut tidak pernah mau bercerita dari mulutnya sendiri mengenai jati dirinya. Ma Nini, istrinya sendiri, yang meskipun berumur panjang, dan cukup sering ngeloni saya tidur ketika kecil dulu, tidak pernah bercerita banyak tentang hal tersebut.

Keingintahuan akan sejarah keluarga tsb menuntun saya untuk mencari referensi buku tentang sejarah sumedang. . Setau saya, Nenek lahir tahun 1920, berarti diperkirakan kakek buyut saya lahir sekitar tahun 1890-1900, karena nenek adalah puteri pertama mereka. Pencarian silsilah sedikit mengerucut disini,karena hanya ada 2 nama yang menjadi Bupati Sumedang pada periode 1850 sampai awal 1900-an, yaitu Pangeran Soeria Koesoemah Adinata atau Pangeran Sugih ( 1836-1882 ) dan Pangeran Aria Soeria Atmadja ( 1883-1919 ). Sulit sekali mencari tahu asal-usul my great great grandfather itu karena dalam buku tsb diceritakan kalau Pangeran Sugih memiliki beberapa anak dari istri yang berbeda, so, we found a missing link here. Pangeran Aria Soeria Atmadja sepertinya lebih mendekati kemungkinan sebagai ayah dari kakek buyut kalo dilihat dari periode Beliau menjabat sebagai Bupati Sumedang dan juga dari ciri khas nama keluarga yang hingga kini masih paman saya sandang, hanya disini tidak pernah ada tulisan yg menceritakan siapa-siapa saja anak dari Pangeran Aria Soeria Atmadja tersebut. Pangeran Aria Soeria Atmadja sendiri terkenal sebagai bupati yang Islami, sederhana, dan berbudi luhur.

Semasa hidupnya, kakek buyut, yang walaupun telah meninggalkan kehidupan keraton dan hidup sebagai petani, tetap disegani banyak orang pada saat itu. Membawa cucu-cucunya untuk berbelanja di Jalan Braga atau sekedar berkuda dan berjalan-jalan memakai delmannya menjadi kesenangan yang sering dilakukan Abah Adja saat Ibu saya masih kecil. Ma Nini, sosok wanita lembut yang bahkan sampai Ia tua pun masih tampak sisa-sisa kecantikannya, menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang dan tampak tersenyum sambil diiringi kalimat-kalimat Tahmid ( saya menyaksikan sendiri kematian Ma Nini saat masih di kelas 4 SD ). Sementara Kakek buyut meninggal tenang saat tertidur diatas kursi malasnya. So, saya yakin mereka hidup tenteram dan bahagia dalam kesederhanaan hidup yang mereka berdua jalani.

Cerita diatas mengajarkan saya tentang satu hal, Tidaklah bijak rasanya kalau kita memandang harkat & martabat seseorang hanya berdasarkan darimana mereka berasal,karena nilai seseorang yang hakiki harus kita lihat dari akhlak setiap manusia itu sendiri seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Luckily, dalam kesehariannya, baik Mamah, Paman dan keluarga lainnya menolak untuk mencantumkan embel-embel 'Raden' di dalam ID card mereka ( walaupun gelar Raden & Raden Nyai tsb tetap ada dalam surat kelahiran mereka ), Kami tidak ingin gelar tsb membatasi kami dari pergaulan luas dgn orang lain dan kami tidak ingin kalau nantinya kami akan bersikap 'agul' ( berbangga hati ) karena hal tsb.

Alhamdulillah,

walaupun hubungan kekeluargaan itu terputus,

walaupun saya tidak pernah tahu secara pasti seperti apa rupa/wajah leluhur kami,

tapi saya cukup berbangga hati karena ternyata saya datang dari keturunan yang baik..

Islami, rendah hati dan berbuat baik kepada sesama menjadi pelajaran berharga yang diwariskan kakek/nenek kepada kami anak cucunya.

still, we have a missing link in our genealogy

Wednesday, October 17, 2007

From 20.30 to 00.00

Lebaran, Day 5th :
It was a wonderful evening.
He finally showed up at my doors.
Dinner, Laughing, . .
all just wonderful
and still,
he brings those comfort in me

Oh my, I wish I had enough courage
ingin rasanya gw bertanya :
" B, Would you become my bebi boy for a lifetime?? "

Friday, August 31, 2007

MEMORI IKAN KOKI

Short memory atau daya ingat yang pendek ternyata tidak hanya dimiliki olehku tapi juga sama ikan koki yang katanya hanya bertahan 5 menit saja kapasitas memorinya ( bener ga sih?? )

Ga jelas apakah ini karena faktor pertambahan usia ( tp gw msh muda kan ya? ) atow mungkin karena setiap hari makin banyak aja pekerjaan yang membebani dan semakin banyak aja hal yang mesti diingat, so kemampuan gw untuk me-loading pun semakin terbatas.

Satu2nya cara yg sekarang dijalanin adalah gw mesti mencatat apapun things to do yg keinget pada saat itu diatas kertas, well at least it helps and trained my brain to have a longer memory.
Tips yang lain adalah: jika kita terjebak di satu situasi yang mengharuskan kita untuk mengingat2 sesuatu/seseorang, bersikaplah ramah atau seolah2 kita sedang mengingat-ingat sesuatu, nah entar pasti orang lain yang nyolot duluan dari kita..( sometimes trik ini berhasil tp sering kali jg ujung2nya kita malu krn ga berhasil mengingat sesuatu tsb, resiko kali yah,haha.. )

Monday, August 20, 2007

LIVING IN PURITY

As a human being, it is not easy to become a man with no prejudice, no hard feeling or even no anger.
Long time ago, I knew and read about Sufism poetry by Rumi, it was wonderful and touching. And then, I read more about Sufism.

This is what I get about the meaning of Sufism :
In Islamic context, Sufism is about the purification of the 'heart', quality improvement of our character and behavior.
Though some says that Sufism was never been heard since the lifetime of Prophet Mohammed, but the essence of Sufism is definetely what the Prophet Mohammed taught us to.

Although, (still) I try to be a better person, but don't want to declared myself to become a sufist.
In my Religion, Islam, we are taught to pray 5 times, Giving, Qiyamul'lail, Reading Qur'an, etc..

I don't speak about one's experience, this is my own experience,
Praying 5 times lead me to remember God in every single things I do
Giving is teaching me to sincere
Qiyamul'lail or praying at the end of night keeping me away from being restless
Those taughts is completely true and become a secret to a wonderful feeling that God given me now.

And so, I'm still a human being who just try to be a better person but sometimes still find it difficult to shun the anger...




Friday, August 17, 2007

HARI MERDEKA
R We Proud Enough Being Indonesian ??

Dulu, 10 tahun yang lalu, jujur aja, rasa kebanggaan berbangsa & bertanah air Indonesia gw kurang banget, underline, it was no big deal to me... apalagi betenya, saat itu, orang Indo sedikit dipersulit klo mu traveling keluar negeri, yang dicurigain inilah,ya itulah, pokonya pengalaman deh di passport dikasi cap " VISA ANNULED ".

Tapi, karena akhirnya suatu hari sempat mengecap tinggal diluar negeri, mengamati kehidupan & sosio-culture disono, sedikit demi sedikit rasa kebangsaan itu tumbuh.

Disana, gw kangen liat orang yg nongkrong di pinggir jalan kaga ngapa-ngapain, gw kangen denger orang ngamen di perempatan jalan, jalanan yg macet, senyum ramah orang orang di public area padahal kita ga kenal mereka,....aahh pokonya I love anything about it.
Gw marah setiap kali berita di TV asing terlalu hiperbola dan men-discredit-kan Indonesia.

Gw bangga jadi orang Indonesia dengan adat ketimuran yang diajarkan orang tua, gw bangga dengan sifat hangat + kekeluargaan orang Indonesia, gw bangga dengan kekayaan budaya Indonesia.

YA, aku cinta Indonesia . . .